SURAT PRIBADI RESMI UNTUK PERUSAHAAN

22 Jul 2010

a. SURAT LAMARAN KERJA

Surat lamaran kerja pada hakikatnya adalah surat permintaan. Surat lamaran ditulis oleh pencari kerja dan ditujukan kepada pemilik kerja (employer) atau orang yang berwenang merekrut tenaga kerja pada suatu organisasi. Meskipun tujuan pelamar mengajukan lamaran adalah agar bias diterima kerja, namun sasaran utama surat lamaran kerja SURAT bukanlah untuk mendapat pekerjaan. Sasaran yang sebenarnya dari surat lamaran adalah agar pelamar diberi kesempatan untuk mengikuti tes atau dipanggil wawancara. Para pencari kerja tidak perlu berharap terlalu banyak dari surat lamaran bahwa surat tersebut bias membuatnya diterima bekerja, kecuali kalau surat tersebut bias membuatnya diterima bekerja, kecuali kalau surat lamaran tersebut hanya untuk formalitas semata. Surat lamaran bias dikirim sebagai respons dari suatu iklan lowongan kerja atau berita tentang adanya lowongan pekerjaan dari mulut ke mulut, atau atas inisiatif penulis sendiri menawarkan kemampuannya kepada pemilik kerja atau organisasi yang membutuhkan tenaga kerja.

Untuk menyusun surat lamaran, penulis harus mengikuti prinsip jelas dan menarik. Jelas, maksudnya adalah penulis lamaran harus secara spesifik menjelaskan jabatan yang diinginkan, latar belakang pendidikan, kemampuan yang dimiliki, status kerja yang diinginkan (kontrak atau pegawai tetap), dan sebagainya.

Prinsip menarik, artinya penulis mengemukakan fakta, data, atau gambaran yang mendukung pencapaian tujuan penulisan surat lamaran, yaitu menggugah mintat pembaca untuk memanggilnya mengikuti tes atau wawancara. Sebagai contoh, penulis yang ingin melamar sebagai sekretaris tentu harus mengemukakan berbagai data mengenai kemampuannya dalam menjalankan tugas kelak, seperti pendidikan kesekretarisan yang telah diperoleh, kemampuan mengetik, kemampuan berkorespondensi, kemampuan menerima dan menolak tamu, dan sebagainya.

Dalam surat lamaran, data yang dikemukakan cukup data yang signifikan saja. Rincian riwayat hidup dan karier penulis dicantumkan dalam Curriculum Vitae yang dilampirkan pada surat lamaran tersebut. Selain itu, untuk mempertegas kebenaran data yang disampaikan, penulis surat lamaran sering melampirkan surat referensi atau rekomendasi dari orang yang bias dipercaya (lihat pembahasan mengenai Surat Referensi dan Surat Rekomendasi).

Surat lamaran merupakan surat yang kedatangannya sering diharapkan oleh pembacanya, terutama pemilik kerja yang memasang iklan lowongan. Oleh karena itu, surat lamaran ditulis dengan menggunakan pendekatabn langsung. Rincian urutan penyampaian isi surat lamaran adalah sebagai berikut.

v Bagian pembuka

Mengemukakan niat melamar pekerjaan dengan menunujuk sumber informasi yang menjadi latar belakang penulis melamar pekerjaan. Sumber informasi yang menjadi latar belakang tersebut misalnya iklan lowongan di media massa, pemberitahuan lowongan dari sanak saudara atau teman, atau juga dorongan dari penulis sendiri untuk melamar

v Bagian tengah

Merinci alasan penulis melamar kerja, misalnya dengan menunujukkan bahwa diri penulis memenuhi syarat, baik dari segi pendidikan, keterampilan, pengalaman, atau pengetahuan. Apabila dimungkinkan, menjelaskan hal-hal spesifik yang diharapkan dari pekerjaannya, misalnya gaji, tunjangan, lembur, dan sebagainya.

v Bagian penutup

Menegaskan keinginan yang menjadi sasaran penulis, misalnya agar diberi kesempatan untuk mengikuti tes atau mohon diperiksa dengan baik dan diberi kesempatan untuk mengikuti tes. Menutup dengan member kesan yang meyakinkan dan baik.

Berikut adalah contoh surat lamaran kerja :


Edi Setiawan

Jl. Kota Batu 6 Ciapus Bogor 13452

Telepon: 02518329307; HP: 085622356; E-mail: anaklebah@gmail.com

26 November 2001

Yth. Manajer Pemasaran

PT Usaha Makmur

PO Box 2123

Jakarta 10327

Perihal: Lamaran Kerja

Dengan hormat,

Membaca iklan lowongan pekerjaan pada PT Usaha Makmur di harian Kompas tanggal 25 November 2001, saya tertarik mengajukan lamaran sebagai sekretaris direktur utama.

Saya adalah lulusan Akademi Sekretaris Tarakanita tahun 1995 dan telah bekerja sebagai Sekretaris Direktur Pemasaran PT Baja Teguh. Di samping mampu menangani tugas sehari-hari sebagai sekretaris direktur, saya juga fasih berbahasa Inggris dan Mandarin, baik tertulis maupun lisan. Dalam hal pengoperasian komputer, saya sudah sangat terbiasa dengan program word precessing seperti Microsoft Word dan Amipro, program database seperti Dbase dan Microsoft Acces, program spreadsheet seperti Lotus maupun Excel, dan program grafis seperti Corel Draw dan Page Maker. Untuk bias melihat kualifikasi saya lebih jauh, saya melampirkan CV dan surat referensi pribadi.

Besar harapan saya untuk bias memenuhi kebutuhan PT Usaha Makmur sebagai Sekretaris Direktur Utama. Untuk itu, saya bersedia sewaktu-waktu dipanggil untuk mengikuti tes atau wawancara rekrutmen. Atas perhatiannya, saya mengucapkan banyak terima kasih.

Hormat saya,

Edi Setiawan

b. SURAT REFERENSI PRIBADI

Surat referensi pribadi adalah surat yang menjelaskan kualifikasi, kompetensi, dan perilaku kerja seseorang. Surat ini ditulis atas permintaan seseorang atau organisasi yang akan merekrutnya sebagai karyawan. Tentu saja orang yang berwenang member referensi pribadi adalah orang yang mengetahui kualifikasi, kompetensi, dan perilaku kerja yang diberi referensi, misalnya mantan atasan atau rekan kerja. Dalam praktik di Indonesia, surat referensi tidak selalu ditulis atas permintaan calon pemberi kerja mantan karyawannya. Karyawan yang akan keluar mencari peluang baru biasanya meminta surat referensi sebagai bahan kelengkapan untuk melamar kerja. Surat referensi pribadi ini terkadang disebut juga sebagai surat rekomendasi, walaupun sebenarnya terdapat perbedaan antara surat refernsi dengan surat rekomendasi. Surat referensi hanya menjelaskan kualifikasi dan perilaku kerja seseorang, sedangkan surat rekomendasi selain menyampaikan fakta mengenai kualifikasi dan perilaku kerja juga member usulan (recommend) mengenai bagaimana mempekerjakan calon karyawan tersebut.

Prinsip penulisan surat referensi adalah jelas, factual, dan logis. Jelas, artinya harus menjelaskan secara rinci mengenai kualifikasi dan perilaku kerja orang tersebut. Surat bukan hanya mengemukakan mengenai kualifikasi, tetapi juga kompetensi dan perilaku yang ditunjukkan orang tersebut selama menjadi bawahan penulis surat. Jelas juga berarti seimbang, yaitu jangan hanya menyampaikan aspek positif saja, tetapi jika perlu juga menyampaikan aspek negative orang tersebut. Dengan menyampaikan aspek positif maupun negative akan membantu pembaca untuk mengambil keputusan lebih akurat.

Factual, artinya semua yang dikemukakan harus berdasarkan fakta. Surat referensi tidak menyebut sifat pribadi, tetapi menunjukkan fakta perilakunya. Sebagai contoh, surat referensi sebaiknya tidak mengatakan, Selama menjadi bawahan saya, dia amat malas. Penulis bisa menunjukkan fakta dengan mengatakan, Selama enam bulan terakhir bekerja menjadi bawahan saya angka keterlambatan termasuk tinggi menurut standar perusahaan kami.

Prinsip logis bisa diterapkan dengan membuat hubungan yang jelas antara fakta yang dikemukakan dengan opini, usulan, atau rekomendasi yang disampaikan. Berikut ini adalah contoh menjalin hubungan yang logis antara fakta dengan opini. Menurut para pelanggan, mereka amat senang dihubungi oleh Saudari Nilasari melalui telepon. Menurut mereka, suara Saudari Nilasari amat bagus. Selain itu, nadanya amat riang, meskipun tetap sopan. Oleh karena itu, menurut saya Saudari Nilasari bisa bekerja dengan baik di bagian telemarketing pada perusahaan Anda.

Karena isi pesan surat referensi sangat ditunggu oleh pembacanya maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang digunakan adalah pendekatan langsung. Penulis harus tetap mematuhi hukum ekonomi kata. Pembaca surat referensi ingin mendapatkan fakta dan data yang valid, sehingga bunga-bunga kata tidak diperlukan. Berikut ini adlaah pedoman penyusunan surat referensi.

v Bagian pembuka

Surat dibuka dengan mengacu pada surat permintaan referensi yang diterima dan member penjelasan umum tentang hubungan penulis dengan mantan bawahannya. Namun untuk surat referensi yang ditulis atas permintaan karyawan yang telah keluar, langsung ditulis keterangan umum mengenai karyawan tersebut.

v Bagian tengah

Memberi penjelasan rinci mengenai kualifikasi, kompetensi, dan perilaku yang ditunjukkan selama bekerja dengan penulis. Namun ini bukan berarti semua kualifikasi diceritakan, cukup hal-hal yang signifikan dan bisa menjadi bahan pertimbangan.

v Bagian penutup

Mengemukakan opini atau usulan sebagai kesimpulan dari fakta yang telah dikemukakan pada alinea sebelumnya. Selain itu, apabila perlu, dijelaskan pula bahwa referensi ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan dengan harapan agar surat referensi ini bermanfaat.

Berikut adalah contoh surat referensi pribadi :

PT KARYA INDAH

Jl. Wono Giri 10

Jakarta Selatan 10527

No : 100/PEM/SM/10/07 25 Juni 2010

Yth. Bapak Hadi Rusli

Manajer Personalia

PT Sejahtera

Jl. Surya Kencana 106

Jakarta 10527

Perihal : Referensi

Dengan hormat,

Memenuhi surat permintaan referensi Bapak mengenai Saudara Agiel Darma, kami bisa menjelaskan bahwa yang bersangkutan telah bekerja sebagai salesman di PT Sukses Makmur selama 5 tahun, langsung di bawah supervisi kami.

Selama bekerja yang berangkutan selalu mampu melampaui target penjualan yang kami tetapkan. Beberapa pasar baru yang kami masuki dengan cepat bisa dia kuasai. Selain penuh dedikasi, Saudara Agiel Darma juga penuh inisiatif. Satu tahun sebelum keluar, yang bersangkutan mengajukan perubahan metode penjualan kami. Setelah coba kami terapkan, usulan tersebut memang bermanfaat. Dan yang paling menonjol adalah kesukaannya pada tantangan. Barangkali karena kesukaannya pada tantangan tersebut dia memilih mencari peluang baru ke perusahaan Bapak.

Namun sebagaimana maverick pada umumnya, Saudara Agiel Darma tidak menyukai prosedur berbelit. Dia lebih suka menerobosnya apabila dianggap mengganggu pencapaian tujuan organisasi.

Menurut kami, Saudara Agiel Darma memang sangat cocok untuk menempati posisi manajer penjualan. Dia akan suka apabila diberi target untuk membuka pasar baru. Demikian keterangan yang bisa kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat.

Hormat kami,

Edi setiawan

Manajer Penjualan

ES/gt


C. Daftar Riwayat Hidup

Daftar riwayat hidup yang sering disebut sebagai CV (Curiculum Vitae) atau biodata, atau resume, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari surat lamaran kerja. Para pencari tenaga kerja biasanya mensyaratkan pelamar untuk melengkapi surat lamaran dengan daftar riwayat hidup. Selain sebagai pelengkap suarat lamaran, CV juga sering dimanfaatkan sebagai pelengkap persyaratan kenaikan pangkat, memberi ceramah seminar, atau mengikuti pendidikan.

Sebagai pelengkap surat lamaran daftar riwayat hidup menjelaskan secara rinci siapa, dimana bisa dihubungi, latar belakang pendidikan, data pribadi, serta pengalaman kerja pelamar. Semua keterangan tersebut digunakan oleh pencari tenaga kerja untuk melihat kualifikasi kerja pelamar.

Bagi pencari kerja, sasaran penulisan Daftar Riwayar Hidup adalah untuk menarik minat calon pemberi kerja. Sedangkan maksud penulisannya adalah unnutk menunjukkan kualifikasi kerja pelamar.

Bagian-bagian dalam CV adalah sebagai berikut :

a. Data Pribadi

Nama

Nama sebaiknya ditulis lengkap berikut gelar, baik gelar akademik maupun gelar-gelar lain. Dari gelar ini juga akan tampak kualifikasi pelamar.

Ir. Wahyu Budi Santosa, SS, MBA

Rr. Dra. Weeni Adiningrum, MM

H. Muhammad Umar, SE

b. Alamat

Alamat ditulis lengkap agar mudah dihubungi melalui surat. Apabila memiliki alamat lebih dari satu, sebaiknya alamat yang paling mudah dihubungi yang dicantumkan lebih dahulu.

c. Nomor Telepon

Nomor telepon ditulis lengkap. Bila perlu berikut kode wilayahnya. Apabila sebagian besar waktu pelamar berada di kantor, sebaiknya nomor telepon juga dicantumkan.

d. Email

Apabila memililki alamat e-mail, pelamar juga perlu mencantumkannya. Apabila pelamar memiliki lebih dari satu alamt e-mail maka alamat e-mail yang paling sering dibuka yang dicantumkan.

e. Nomor faks

Apabila anda memiliki alamat facsimile, sebaiknya juga dicantumkan secara lengkap berikut kode wilayahnya.

f. Tempat & tanggal lahir

Tempat lahir cukup ditulis nama kota. Tanggal lahir ditulis lengkap dengan nama bulan dan tahunnya. Tanggal lahir ini merupakan indikasi umur.

g. Status perkawinan

Status perkawinan sebaiknya disebut jelas, seperti : belum menikah, sudah menikah, janda atau duda. Namun, data ini sifatnya tidak harus. Data ini biasanya digunakan oleh pemberi kerja untuk menentukan status kepegawaiaan jika diterima. Ini biasanya berkaitan dengan masalah tunjangan ( tunjangan pengobatan, pendidikan, perumahan, pajak dsb.) jika pelamar kelak diterima menjadi karyawan.

h. Pengalaman kerja

Pengalaman kerja merupakan inti dari CV karena menunjukan kualifikasi kerja seseorang. Oleh karena itu, pengalaman kerja apa saja yang dimasukkan dan cara penyusunannya sangat menentukan tercapai atau tidaknya sasaran penulisan CV. Unsur-unsur yang harus dicakup dalam bagian pengalaman kerja adalah :

i. Nama organisasi atau perusahaan dsan lokasi tempat bekerja

j. Jabatan

k. Bidang usaha organisasi tempat bekerja

l. Lama bekerja

m. Tanggung jawab

n. Prestasi atau kontribusi yang signifikan

Apabila pelamar kerja memiliki serangkaiaan pengalaman kerja yang mensyaratkan keterampilan dan keahlian yang sama dengan pekerjaan yang dilamar, pengalaman kerja tersebut bisa disusun secara kronoligis. Cara menyusunannya mulai dari pekerjaan yang terkini sampai yang terlama.

Apabila pekerja sebelumnya sangat bervariasi dan tidak mensyaratkan keahlian atau keterampilan yang terkait dengan pekerjaan yang sedang dilamar, penyusunannya kronologis tidaklah menguntungkan. Pelamar perlu membuat susunan yang menekankan pada keterampilan yang telah diperoleh dari pekerjaan-pekerjaan yang telah dijalaninya.

o. Pendidikan

Calon pemberi kerja selalu peduli terhadap pendidikan pelamar. Bagi pelamar yang pengalaman kerjannya masih minim, riwayat pendidikan jadi sangat menentukan. Oleh karena itu, riwayat pendidikan perlu dicantumkan secara kronologis dan rinci, mulai dari pendidikan yang tertinggi menuju ke tingkat pendidikan dasar. Tujuannya adalah agar kualifikasi kerjanya bisa terbaca secara jelas oleh calon pemberi kerja.

Bagi pelamar yang telah memiliki pengalaman kerja cukup banyak, hanya pendidikan penting saja yang dicantumkan. Terutama banyak, hanya pendidikan penting saja yang dicantumkan. Terutama yang langsung bisa menunjukkan kualifikasinya seperti SMEA, STM, SI, S2, atau S3.

Pada tingkat pendidikan SLTA ke atas kualifikasi kerja pelamar bisa tampak dari jurusan dan jenis pendidikannya.

Dalam bagian pendidikan ini bisa dicantumkan pula berbagai kursus yang pernah diikuti. Tertutama yang berkaitan dengan penguasaan keterampilan yang diisyaratkan dalam pekerjaan yang dilamar.

d. Aktivitas dan prestasi.

Selain pengalaman kerja, dalam CV perlu juga dicantumkan berbagai aktivitas social yang pernah diikuti dan prestasi yang diraih. Dengan mencantumkan aktivitas social akan tampak kepribadian dan kemampuan bergaul pelamar. Factor ini sangat menentukan perilaku dalam lingkungan kerja.

Berikut adalah contoh daftar riwayat hidup :

Daftar Riwayat Hidup

Data Pribadi

Nama lengkap :Edi Setiawan0

Tempat/ tanggal lahir : Bogor, 10 Oktober 1980

Alamat : Jln. Jl. Kota Batu 6

Ciapus Bogor 13452

Nomor telepon : 025137561

Email : anaklebah@gmail.com

Status : sudah menikah

Kesehatan : Sangat baik

Pengalaman kerja

2001 : instruktur Pelatihan Penerjamahan untuk Akademik Bahasa

1997-sekarang : Editor Kepala Penerbit PPM

1997- sekarang : Penerjemah lepas untuk Penerbit PPM, Prenhalindo, dan Salemba Empat

1993 : Editor Penerbit PPM

1990 : Proofrader & Copy Editor untuk Penerbit PPM

Buku yang di terjemahkan

1. Team Decision Making Technique ( Teknik Pembuatan Keputusan Dalam Tim), diterbitkan oleh Penerbit PPM

2. Succes Through Teamwork ( Sukses Melalui Kerjasama Tim), diterbitkan oleh Penerbit PPM

3. Unlocking Your Potential Career ( Membuka Potensi Karier), diterbitkan oleh Penerbit PPM

4. Tao of Leadership ( Kepemimpinan Tao ), diterbitkan oleh Penerbit PPM

5. Tao of Management ( Management Tao diterbitkan oleh Penerbit PPM

6. Javanese Life ( Kehidupan Tao) diterbitkan oleh Penerbit PPM, diterbitkan oleh Penerbit PPM

7. A Guide to Practical Planning ( Pedoman Perencanaan Jangka Panjang ). diterbitkan oleh Penerbit PPM

8. A Guide to Long-Term Planning ( Pedoman Perencanaan Jangka Panjang). diterbitkan oleh Penerbit PPM

9. On The Job Orientation and Training ( Orientasi dan Pelatihan di Tempat Kerja). diterbitkan oleh Penerbit PPM

10. Planning Successful Employee Performance ( Merencanakan Kinerja Karyawan) diterbitkan oleh Penerbit PPM

11. diterbitkan oleh Penerbit PPM

12. Building A Dynamic Team ( Membangun Tim Dinamis )

Riwayat Pendidikan

1990 : Lulus dari Universitas Indonesia Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Sosiologi.

1985 : Lulus SMA Negeri Ciapus

1982 : Lulus SMP Negeri II Ciapus

1979 : Lulus SD Negeri II Ciapus

Kursus dan Pelatihan

2000 : Translation and Interpretation Studies, Hapsa Kencana

1999 : Creative Problem Solving, Lembaga Manajemen PPM

Proofreading for Editor and Writer, Pusat Pembukuan Depdikbud

1997 : Marketing For Book Editor, Ikapi dan Lembaga Manajemen PPM

1996 : Problem Solving and Decision Making, Lembaga Manajemen PPM

1993 : Supervisory Management, Lembaga Manajemen PPM

1992 : English Grammar Level III, Lembaga Managemen PPM

English Grammar level II, Lembaga Managemen PPM

Aktivitas dan Organisasi

2002: Anggota Senat Mahasiswa Unversitas Jenderal Soedirman

2004: Pemimpin majalah mahasiswa HIDAYAH

2007: Redaksi tabloid mahasiswa CERIA

1985 : Penulis majalah Pemerintah Daerah Banyumas INDAHNYA CINTA

Proyek Penerbitan Buku

  1. Manajemen Indonesia Menyongsong Era Globalisasi ( Kerja sama antara PT Pustaka Binaman Pressindo dengan Forum Komunikasi Manajer Indonesia) sebagai Pemimpin Proyek 1993
  2. Kontribusi Dunia Bisnis Menyambut 50 Tahun Indonesia Merdeka ( Kerja sama antara Majalah MANAJEMEN dengan perusahaan-perusahaan kontributor ) sebagai salah seorang penulis 1995
  3. Manajemen Indonesia Memasuki Era Globalisasi ( Untuk memperingati Peringatan PPM 30 tahun) sebagai Pemimpin Proyek, 1998).

2208 : Mengunjungi Frankfrut Book Fair untuk menegosasikan kontrak dengan penerbit asing.

Edi Setiawan, SP

d. SURAT PENGUNDURAN DIRI

Seseorang yang telah bekerja lama, namun karena sesuatu sebab ingin keluar dari perusahaan atau organisasi tempat ia bekerja, maka dia harus mengajukan surat pengunduran diri. Surat pengunduran diri ditunjukan kepada atasannya dengan tembusan kepala bagian personalia (SDM) atau manajer/kepala bagian terkait lainnya. Biasanya, setiap perusahaan memiliki peraturan mengenai pengunduran diri ini. Beberapa perusahaan menetapkan karyawan harus mengajukan pengunduran diri 2 bulan sebelum memutuskan hubungan kerja ( keluar). Pada umumnya, surat pengunduran diri juga diajukan setelah melalui pembicaraan lisan.

Surat pengunduran diri sebenarnya adalah surat permintaan karena isinya meminta izin kepada atasannya untuk tidak lagi bergabung dengan perusahaan. Surat pengunduran diri harus jelas dan logis. Jelas, artinya penulis perlu menjelaskan secara spesifik alasan pengunduran dirinya dan kapan dia ingin mengundurkan diri. Logis, artinya penulis perlu mengemukakan alasan yang masuk akal dan bisa diterima oleh pembacanya.

Surat pengunduran diri memiliki dampak legal. Maka gaya yang digunakan adalah gaya tegas dan formal. Apabila penulisannya didahului dengan pembicaraan lisan maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan langsung. Sedangkan bila tanpa pembicaraan terlebih dahulu dan memiliki alasan yang perlu dijelaskan panjang lebar maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tidak langsung. Berikut adalah pedoman umum penulisan surat pengunduran diri.

Bagian pembuka

Dimulai dengan mengemukakan alasan, kemudian diutarakan maksud pengunduran diri. Apabila alasannya sederhana atau telah diadakan pembicaraan lisan sebelumnya maka alasan yang dikemukakan cukup satu kalimat atau menjadi bagian kalimat yang mengutarakan niat pengunduran diri. Apabila alasan yang dikemukakan membutuhkan penjelasan yang lengkap maka dibutuhkan satu alinea sendiri untuk menjelaskannya.

Bagian tengah

Menjelaskan secara rinci mengenai maksud pengunduran diri dalam hal waktu, persyaratan, atau hal-hal lain yang terkait.

Bagian akhir

Menegaskan kembali niat pengunduran diri dan mengutarakan ungkapan yang bernada bersahabat.

Berikut contoh surat pengunduran diri

25 Juli 2008

Yth. Ibu Indah Wangi

Kepala Proyek MELATI

PT Bayu Sakti

Jl. Matraman 23

Jakarta 14327

Hal : Pengunduran Diri

Dengan hormat,

Berhubung saya mendapat tugas baru untuk memimpin cabang perusahaan kita di Surabaya, dengan ini saya mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai wakil kepala Proyek MELATI mulai tanggal 4 Agustus 2010.

Karena saya harus berangkat ke Surabaya pada tanggal 10 Agustus 2010, laporan lengkap mengenai perkembangan proyek akan saya sampaikan pada tanggal 5 Agustus 2010.

Demikian permohonan saya. Atas perhatiannya saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Edi Setiawan

CC : 1. Direktur Utama

2.Manajer SDM


TAGS surat pribadi resmi surat pribadi rersmi surat pribadi resmi untuk perusahaan perusahaan korespondensi korespondensi bahasa indonesia


-

Author

Follow Me